(Tanpa Judul)


Saat kejayaan yg tertunda akhirnya tiba. Saatnya pengorbanan yg ditunggu pun datang. Saat rasa sakit akhirnya terbalas. Rasa apa yg dirasa oleh manusia?
  Saat keluarga tak lagi hangat, saat teman tak lagi ingin berbagi, saat orang yg dikasih tak lagi memberi kasih. Apa yg harus kita lakukan sebagai manusia?Tidur Abadi.
Apa yg harus dilakukan oleh seseorang untuk melakukan tindakan yg tidak bisa mereka capai?
Ketika semua yg selalu dilakukan dengan kesempurna, namun suatu saat mereka tersadar kelemahan mereka adalah kesempurnaan suatu kaum. Apa yg dilakukan kaum itu?

Saat semua jelas dan sudah berulang kali diperjelas oleh beberapa orang untuk tindak melanggar ikrar suci mereka saat mereka yakin untuk berjanji di hadapan para saksi. Apa yg membuat mereka munafik satu sama lain?

Saat keluarga tak tahu siapa dirimu sebenarnya di alam liar sana, mereka hanya memandang sisi negatif. Saat manusia mempunya sisi negatif yg berbeda, namun ada satu juga yg melambangkan diri mereka. Sisi positif. Ketidaktahuan mereka atas apa yg mereka ucapkan, adalah bumerang bagi diri sendiri. Ketakutan dalam diri muncul dengan sendirinya, takut akan ucapan mereka itu benar terjadi. Saat salah satu anggota keluarga menatap anggota lainnya mereka menemukan dua bola mata yg hitam yg siap untuk menyembunyikan segala sesuatu dari masing-masing anggota. Hanya topenglah yg bisa mereka pakai saat itu. Topeng yg mereka ciptakan sendiri dari alam liar. Kebohongan yg dominan menjadi dasar penciptaan topeng, membuat topeng terihat bersinar bagaikan matahari.

Saat sebuah kawan membuka setengah topeng nya masing-masing di alam liar, mereka hanya menertawakan wajah kawannya masing-masing. Terlihat bodoh. Saat tak ada yg tahu mana kebohongan dan mana yg kebenaran didalam suatu komunitas, mereka hanya tertawa yg mereka tidak tahu apa alasannya. Satu sama lain memasangkan dasar dari topeng ke masing-masing kawannya agar mereka terlihat serupa dari kejauhan. Tertawa yg diselimuti kesedihan, kesedihan yg meliputi kesenangan atas suatu hal. Apa yg membuat mereka tahan dengan itu? Siapa yg tahu wajah asli kita saat setiap hari kita memakai topeng yg sudah kita ciptakan saat kita sudah mengenal alam? Siapa yg menjamin mereka tidak berdusta dihadapan mu selain Tuhan mu sendiri yg tahu?
Ketika seseorang berkata padamu dan dia tahu apa yg tidak kamu ketahui apa yg engkau lakukan selain mendengarkan dan mencerna apa yg dikatakan. Kepada siapa kita bertanya selain kepada orang yg kita tinggikan. Kepada siapa kita menyerahkan tugas selain kepada yg ahli, saat Tuhan memerintahkan apa yg seharusnya terjadi dan tak ada yg bisa mengingkari. Tak ada dusta lagi saat itu pun, topeng yg dipakai retak dengan sendirinya. Kemudian mereka memasang topeng yg lainnya untuk menutupi silaunya cahaya yg didepan dengan gelapnya tameng untuk menghalaunya. Siapa yg bisa mengingkari?

Kedudukan apa yg bisa kau bohongi saat dihari pembalasan kursi kebesaran mu dihancurkan. Besar dirasa, namun terlihat kecil. Ketakjuban yg mereka sadari dimana ada yg tempat maha dahsyat selain alam liar yg mereka tinggali selama ini yg bisa mereka permainkan sesuka hati dengan cara mereka sendiri. Harta apa yg bisa kau beli selain kain yg sama hal nya seperti topeng. Saat pesta dimulai, siapa yg tahu siapa yg dibalik topeng tersebut saat mereka ditutupi gaun mewah yg cantik dan bagus yg luar biasa dengan dilapisi emas yg menyilaukan mata.
Nikmat mana lagi yg engkau dustakan?
Ekspedisi mana lagi yg masih kau tapaki. Saat semua peta sudah berada ditangan-Nya.
Binatang mana lagi yg bisa memuaskan rasa amarah mu dengan menyiksanya. Seberapa kuat mereka berteriak untuk mengatakan kesakitan atas penderitaan yg engkau limpahkan terhadap mereka.Tak ada yg tahu semua itu. . Ketika telinga kita di tutup rapat-rapat agar tidak mendengarkan semua itu.
Dari kejauhan alam liar hanya sebuah tempat yg terlindungi oleh kaca. Tak sepadan rasanya saat hanya melihat dari jauh. Tak elok rasanya hanya berdiri di depan pintu. Menyesal saat tau apa yg telah terjadi di alam liar. Ketentuan apa yg bisa membuat kita kembali hanya melihat alam liar dari kejauhan.
Persaingan Abadi
Saat gengsi menjadi tembok yg susah untuk dipanjat, rintangan mana lagi yg bisa diterjang? Halauan apa yg bisa di tembus selain awan kelabu yg ingin memberikan sedikit terpaan air kepada tanah yg tandus. Hujan turun. Sebagaian dari mereka bersyukur, namun sebagaian dari mereka pula menghujat. Salahkan?
Alam liar terlalu kompleks bagi seorang bayi yg baru bisa bernafas, kulitnya yg merah enggan menyentuh bening nya air. Mungil. Terlalu sedikit kekuatan untuk membawanya terbang ke awan. Udara menusuk matanya yg sipit tak ada lagi pelindung, yg ada hanya pelukan manis dari sang induk.
Pergi ke toko untuk membeli sebongkah topeng dan tongkat. Untuk melancarkan aksinya berkelana di alam liar. Tak ada yg tahu jati diri seseorang saat mereka sudah mulai mengatakan apa yg mereka yakini. Terlalu awam untuk kami, terlalu megah untuk mereka, terlalu palsu untuk-Nya. Tidak ada yg tahu akan semua ini. Jiwa nya terlalu kotor untuk masuk ke Surga, maka direndamlah mereka ke tempat pengasingan. Tak ada yg tahu sampai kapan, hanya dengan kalkulasi lah engkau berharap angka yg tak banyak menjadi sebuah takdir. Jawaban apa yg harus kau katakan saat angka melebihi bayangan. Menangis. Semua manusia dapat melakukannya, bahkan untuk hewan sekalipun tak ada pengecualian yg berarti.
Terlalu hina kah engkau meminta? Malu untuk mengakuinya?
Kesalahan apa yg membuatmu merasa bersalah? Keberuntungan apa yg membuatmu menjadi bangga? Janji mana lagi yg bisa kau tepati? Kepuasaan apa yg bisa kau raih? Ketenaran mana yg masih bisa kau nikmati? Kenangan apa yg masih bisa kau ingat? Tak ada. Terlalu kecil untuk di publikasikan. Rendah bagaikan budak yg dibeli. Hidup dibalik topeng dan ketenaran nama. Hilang, tak berbekas. 

Komentar

Postingan Populer