Prasangka
Kupikir kamu sedang mengalami hal buruk.
Kupikir kamu sedang melakukan sesuatu yg tidak sepantasnya aku tau.
Kupikir kamu menghindar dariku.
Aaah pikiranku....
Tapi prasangka ini sungguh sangat membunuh, sayang. Aku tak tahu harus mengadu kepada siapa saat kamu tidak membalas chat ku dan tidak merespon panggilan dariku.
Sayang, cobalah kau bilang apa yg sedang terjadi padamu. Sesak rasanya dada ini jika kau tak mengatakannya. Entahlah, prasangka ini tidak mau pergi dari pikiranku, padahal dada ini sudah sesak seperti kekurangan oksigen.
Aku berkali-kali hampir selalu terbunuh oleh prasangka ku. Aku masih belum bisa mengendalikan prasangka ku yg liar ini. Harus dimana aku berguru dan menjinakannya? Agar aku masih bisa tetap bersamamu untuk jangka waktu yg lama.
Sayang, pikiranku selalu bercabang tak karuan saat kamu memberikan tanda kamu bukanlah kamu. Aku seketika tersadar saat kamu bukanlah kamu. Sayang, katakan sejujurnya apa yg kau rasakan karna aku bingung, aku bukanlah cenayang yg dapat membaca pikiran orang-orang.
Sayang, maafkan aku atas perilaku ku. Yg menghakimi mu dengan segala jenis pertanyaanku yg konyol. Sungguh aku tak bermaksud seperti itu. Aku lakukan demi untuk memuaskan dahaga ku akan keingintahuan ku tentangmu.

Komentar
Posting Komentar